REKONSTRUKSI SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM MASA BANI UMAYYAH: KAJIAN ATAS PERAN ULAMA DAN INSTITUSI ILMU
Isi Artikel Utama
Almanar
Eva Dewi
Sutarmo
Penelitian ini merekonstruksi sejarah pendidikan Islam pada masa Dinasti Bani Umayyah dengan menekankan peran ulama dan institusi ilmu dalam pembentukan tradisi pendidikan Islam klasik. Melalui pendekatan kualitatif historis, penelitian ini memanfaatkan sumber primer seperti Tarikh al-Ṭabari dan Al-Bidayah wa al-Nihayah serta memperkaya analisis dengan literatur akademik modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama seperti Hasan al-Basri dan Ibn Shihab al-Zuhri berperan sebagai guru, mufti, dan kodifikator hadis melalui sistem halaqah, masjid, dan rihlah ilmiah. Institusi pendidikan seperti masjid, halaqah ilmiah, dan perpustakaan awal memainkan peran penting dalam transmisi ilmu dan pembentukan jaringan keilmuan berbasis sanad. Kurikulum masa itu berfokus pada Al-Qur’an, hadis, fiqh, dan bahasa Arab, yang diajarkan melalui metode hafalan, diskusi, dan transmisi lisan. Penelitian ini menegaskan bahwa periode Umayyah merupakan fase fondasional yang mempersiapkan tumbuhnya sistem pendidikan formal pada masa Abbasiyah serta menjadi titik awal integrasi antara ilmu agama dan ilmu rasional. Kajian komparatif antara pendidikan masa Umayyah dan Abbasiyah direkomendasikan untuk mengungkap kesinambungan tradisi keilmuan Islam.
al-Ṭabarī. (923). Tārīkh al-Rusul wa al-Mulūk [History of the Prophets and Kings]. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.
Alavi, S. M., & Leidig, E. (2022). The role of early Islamic libraries in knowledge transmission: A comparative study. Journal of Islamic Studies, 33(3), 345-367. https://doi.org/10.1093/jis/etac012
Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. New York, NY: W.H. Freeman.
Berkey, J. (1992). The transmission of knowledge in medieval Cairo: A social history of Islamic education. Princeton, NJ: Princeton University Press.
Donner, F. M. (1981). The Early Islamic Conquests. Princeton University Press.
Gutas, D. (1998). Greek thought, Arabic culture: The Graeco-Arabic translation movement in Baghdad and early Abbasid society. London, UK: Routledge.
Haider, N. (2021). The mosque as an educational space in early Islam. Journal of Islamic Studies, 32(2), 145-167. https://doi.org/10.1093/jis/etab012
Hasri, A. (2021). Hasan al-Basri’s contribution to Islamic ethics: A historical analysis. Journal of Islamic Thought and Civilization, 11(1), 78-95.
Ibn Kathīr. (1373). Al-Bidāyah wa al-Nihāyah [The Beginning and the End]. Damascus: Dar al-Fikr.
Makdisi, G. (1981). The rise of colleges: Institutions of learning in Islam and the West. Edinburgh, UK: Edinburgh University Press.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif [Qualitative research methodology]. Bandung, Indonesia: PT Remaja Rosdakarya.
Mousavi, S. A., & Zamani, G. H. (2023). The role of Ibn Shihab al-Zuhri in the codification of hadith. Islamic Quarterly, 67(1), 45-62.
Puspitasari, D. (2021). Arabization and Islamic identity in Umayyad education. *Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, 59*(1), 1-24. https://doi.org/10.14421/ajis.2021.591.1-24
Rahman, M. (2020). Oral tradition and Islamic education: Methods of teaching in early Islam. Journal of Education and Muslim Society, 7(2), 112-130.
Sugiyono. (2015). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D [Quantitative, qualitative, and R&D research methods]. Bandung, Indonesia: Alfabeta.
Tibawi, A. L. (1972). Islamic education: Its traditions and modernization into the Arab national systems. London, UK: Luzac & Company.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1990 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (1990). Jakarta: PT Armas Duta Jaya. Retrieved from https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/47868/uu-no-2-tahun-1990
Waliyuddin, M., Chodijah, S., & Yunus, M. (2023). The intellectual networks of Umayyad scholars: A case study of halaqah in Damascus. Journal of Islamic History and Culture, 14(3), 201-220.














