Literasi Digital: Memandu Informasi Memerangi Konten Menyesatkan
Isi Artikel Utama
Rusdiono Mukri
Lina Najwatur Rusydi
Indri Widiyanti
Di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat, literasi digital menjadi keterampilan esensial untuk menghadapi derasnya informasi yang sering kali tidak terkontrol, termasuk maraknya hoaks dan konten yang menyesatkan. Literasi digital menjadi kemampuan yang sangat dibutuhkan agar masyarakat, khususnya pelajar, mampu menavigasi informasi secara kritis. Karena itulah Dosen Pembimbing Lapangan bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Sahid Bogor Kelompok Desa Dukuh menyelenggarakan seminar dan pelatihan bertajuk “Cerdas Berdigital” di MA dan MTs Darul Ihsan, Cibungbulang, Bogor, sebagai langkah untuk meningkatkan kemampuan literasi digital para pelajar. Seminar dan pelatihan tersebut bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan kepada siswa dalam menelusuri informasi digital secara tepat, mengidentifikasi karakteristik konten yang menyesatkan, serta memahami manfaat dan potensi risiko penggunaan kecerdasan buatan (AI). Kegiatan ini menggunakan metode observasi partisipatif, wawancara dengan guru dan siswa, serta pelaksanaan seminar interaktif yang disertai pelatihan langsung berbasis problem-based learning. Data dikumpulkan melalui survei pra-seminar dan pasca-seminar guna mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan siswa mengenali konten yang menyesatkan, memverifikasi informasi, serta menggunakan AI secara lebih bijak. Sebelum seminar, hanya 20% siswa yang dapat mengidentifikasi berita palsu, namun setelah kegiatan, persentasenya meningkat menjadi 75%. Penggunaan alat pemeriksa fakta juga naik dari 10% menjadi 70% setelah pelatihan. Secara keseluruhan, seminar ini efektif dalam memperkuat literasi digital siswa serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya berpikir kritis dan penggunaan teknologi yang bertanggung jawab di era digital.
